JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di Papua Pegunungan.
Fokusnya adalah memastikan program quick wins atau delapan fokus percepatan pembangunan berjalan optimal. Kunjungan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap wilayah yang memiliki tantangan geografis dan sosial khusus.
Dalam lawatan ini, Wapres didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, dan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) Veliv V Wanggai. Mereka meninjau Wamena di Kabupaten Jayawijaya dan Dekai di Kabupaten Yahukimo selama dua hari, 13-14 Januari 2026.
Menurut Ketua KEPPOKP Veliv V Wanggai, kunjungan ini untuk memastikan program quick wins, termasuk Program Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG), berjalan sesuai target. “Kunjungan Pak Wapres ke Tanah Papua, khususnya Biak, Wamena, dan Yahukimo, untuk memastikan program quick wins dapat berjalan baik,” ujarnya.
Lawatan Wapres juga menjadi momen pertama setelah dilantik bersama Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan ini sekaligus menegaskan perannya sebagai Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP). Tujuannya adalah memastikan seluruh program prioritas nasional dapat berjalan maksimal di wilayah Papua Pegunungan.
Kunjungan Kerja di Wamena dan Dekai
Selain Wamena, Wapres dijadwalkan meninjau Dekai di Kabupaten Yahukimo. Kunjungan ini meliputi peninjauan sekolah rakyat, kesiapan lembaga pemerintah daerah, serta ekosistem ekonomi MBG. “Wapres telah melakukan kunjungan kerja ke Biak dan akan dijadwalkan ke Yahukimo pada hari ini (14/1) untuk memastikan seluruh agenda nasional dapat terlaksana pada jenjang perencanaan,” kata Veliv.
Tujuan dari lawatan ini tidak hanya administratif, tetapi juga untuk melihat langsung implementasi program di lapangan. Keberadaan Wapres di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini penting agar program cepat saji pembangunan, atau quick wins, dapat menyentuh sasaran yang tepat.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu fokus, mengingat pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia Papua. Sedangkan MBG bertujuan memastikan anak-anak di daerah pegunungan mendapatkan gizi optimal sebagai fondasi pertumbuhan sehat.
Pemantauan Aktivitas Ekonomi Lokal
Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Wapres juga meninjau pusat ekonomi lokal. Di Pasar Potikelek, ia melihat langsung aktivitas ekonomi mama-mama asli Papua yang menjual komoditas dan pangan lokal. “Ekonomi pasar dapat menjadi simpul pergerakan ekonomi di Tanah Papua dan sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat dalam pembenahan pasar tradisional maupun modern,” kata Veliv.
Kunjungan ini menjadi momentum untuk menilai efektivitas program prioritas dalam meningkatkan ekonomi lokal. Pemerintah pusat berupaya memaksimalkan keberadaan pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi yang inklusif. Langkah ini diharapkan mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.
Selain itu, interaksi langsung dengan pedagang lokal memungkinkan Wapres mendengar kebutuhan dan kendala mereka. Pendekatan ini dianggap lebih efektif dibanding sekadar pemantauan administratif karena menghadirkan perspektif masyarakat secara langsung.
Pembangunan Infrastruktur Kesehatan
Wapres dijadwalkan meninjau pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Papua Pegunungan di Kabupaten Jayawijaya dan Dekai, Kabupaten Yahukimo. Infrastruktur kesehatan ini menjadi salah satu pilar penting dalam quick wins, terutama di wilayah pegunungan yang aksesnya terbatas.
Dengan RSUD yang memadai, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan lebih dekat, sehingga mengurangi risiko penyakit dan memperkuat kualitas hidup. Pembangunan fasilitas kesehatan juga diharapkan dapat menjadi pusat rujukan bagi daerah sekitar, mempercepat pemerataan layanan medis.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa quick wins bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kesehatan masyarakat menjadi prioritas yang bersinergi dengan sektor pendidikan dan ekonomi lokal.
Peran Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Veliv menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program quick wins. “Kunjungan oleh Pak Wapres juga menjalankan peran sebagai Ketua BP3OKP untuk pastikan seluruh program prioritas nasional dapat berjalan maksimal di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Koordinasi ini mencakup perencanaan, penyiapan lembaga pemerintah, pelaksanaan program, hingga evaluasi di lapangan. Sinergi tersebut diharapkan memastikan semua program berjalan lancar dan tepat sasaran, baik dari segi waktu maupun kualitas implementasi.
Pemerintah pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif memantau program, melaporkan perkembangan, dan memberikan masukan terkait kendala di lapangan. Dengan demikian, setiap komponen pembangunan dapat saling melengkapi dan memberikan hasil optimal bagi masyarakat.
Komitmen untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kunjungan Wapres Gibran menegaskan komitmen pemerintah pusat terhadap pembangunan berkelanjutan di Papua Pegunungan. Program quick wins diharapkan tidak hanya memberikan hasil jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Dengan fokus pada pendidikan, gizi anak, ekonomi lokal, dan infrastruktur kesehatan, pemerintah menargetkan pertumbuhan yang merata dan inklusif. Hal ini sejalan dengan strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Ke depan, kunjungan seperti ini diharapkan rutin dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan konsisten, masalah diidentifikasi cepat, dan solusi tepat sasaran dapat segera diterapkan. Papua Pegunungan menjadi fokus utama, karena pembangunan di wilayah ini memerlukan pendekatan khusus dan perhatian lebih dari pemerintah pusat.